Wahhhhhhhhhhhhh… I can make it!!! Itulah jeritanku saat menginjakkan kaki di tanah Baduy Dalam... di depan rumah Pak Narja... Wuahhhhhhhhhh... senangnya!!!
Sampai Jumat malam, saya masih gentar untuk tetap pergi ke Baduy esok hari... Saya ragu akan kemampuanku sendiri untuk bisa menempuh perjalanan khususnya ke Baduy Dalam. Pertama kali saya mengunjungi Baduy di bulan Februari 2006 adalah hanya Baduy Luar karena saat itu di Baduy Dalam sedang diselenggarakan suatu perayaan tertutup. Namun, perjalanan ke Baduy Luar saat itu benar-benar membuatku berpikir seperti apa ya perjalanan ke Baduy Dalam, kalau medan di Baduy Luar seperti ini...???
Berkat dorongan dari teman-temanku... thanks to Yuli, Ditta, Paupau.., akhirnya, saya beranikan diri untuk tetap bangun pagi, mandi, siap-siap ke stasiun Tanah Abang di Sabtu pagi. Padahal hari itu saya baru tidur tidak kurang dari 2 jam saja. Bukan lantaran sibuk packing semalam suntuk, tetapi saya terjebak dalam kemacetan luar biasa di Jumat malam. Ini membuat saya baru tiba di rumah sekitar pukul 1.30 Sabtu pagi.
Tiba di stasiun Tanah Abang, ber-say HI to ke beberapa orang yang kukenal saja lho... saat itu... Akhirnya, kita pergi ke Rangkasbitung dengan kereta ekonomi jam berapa ya??? (nggak bawa jam sih…). Lumayan seru di dalam kereta... secara sebelahku adalah Teti & Ditta... sibuk ngobrol ke sana-kemari, belanja ini-itu di atas kereta.
Akhirnya tiba di stasiun Rangkasbitung.., sempat mencari tempat kendaraan yang akan membawa kami ke Ciboleger tapi ternyata lokasinya sudah berubah... (cepat sekali ya perubahannya sejak Februari 2006). Lalu, sejenak kita mampir di supermarket. Ada yang belanja, ada yang sholat, dan buang air kecil.
Lalu, kami pun mendapatkan kendaraan yang siap membawa kami ke Ciboleger. Berhubung waktu sudah siang dan 'naga-naga' di perut kami sudah menggeliat. Jadi, kami berhenti di sebuah rumah makan. Di sana, ada yang pesan nasi dengan teman2nya (apaan aja sih... kalau nggak salah telur, sayur ya?) Soto dan sate ayam... Eh... ternyata di sana, ada Kazu yang sedang berulang tahun... selamat ulang tahun Kazu... (dia adalah orang Jepang yang sedang belajar bahasa Indonesia dan budayanya di UI depok).
Setelah selesai mengisi perut, langsung kami meneruskan perjalanan ke Ciboleger. Selama menuju ke sana, sempat turun hujan dalam perjalanan. Akhirnya, tibalah kami di Ciboleger. Sempat saya sedikit panik ketika tiba di warung tidak ada satupun orang Baduypun (biasanya mereka siap menjadi porter). Waduh, gawat nih kalau tidak ada porter... (manja ya??? Tapi beginilah saya...). Tapi akhirnya, beberapa orang (bukan orang Baduy Luar ataupun Dalam) yang menawarkan diri menjadi porter.
Sudah lama tidak olah raga, seperti biasa napas pendek membuat saya ngos-ngosan menempuh perjalanan dari Ciboleger ke Baduy Luar (kata orang sih tidak terlalu jauh dan berat).
Akhirnya tiba di kampong Gajeboh tempat kami menginap sabtu malam itu. Saya satu pondok dengan Ismi, Yuli, Ditta, Pau2, Hanafi, Echi ‘charlie’, Misbach, Noval, Teti, Adri, dan Yani... (apa ada yang belum tersebut ya namanya?) Masak malam sendiri menunya udon ups... maksudnya mie instant campur kornet, nugget, rendang, apalagi ya??? Perjalanan jauh, hujan, dingin, jadi semuanya terasa 'enyak-enyak- enyak...' O,ya ketika kami sedang makan malam, rombongan Hendry, Arsyad dan Om Charlie baru tiba di kampung Gajeboh. Ceritanya night trekking euy….
Malam itu diisi dengan makan malam sambil ngobrol apa saja. Dan sempat berdiskusi untuk menntukan apakah besok akan ikut rombongan ke Baduy Dalam atau jembatan akar. Tapi akhirnya kami (saya dan teman2 satu pondokan) putuskan untuk tetap ke Baduy Dalam... (hiiiiiiiiiii... bisa nggak ya???)
Wah, Minggu pagi... penduduk Baduy Luar sudah sibuk dengan rutinitasnya di pagi hari. Berhubung hari Minggu tersebut, akan diselengarakan suatu perayaan (atau apa sih... hanya dengar rumor saja sih...) terlihat beberapa perempuan Baduy Luar sibuk menumbuk beras untuk dijadikan tepung, ada yang menenun, dll. (Intinya sibuk lah)... Sedangkan, teman2 satu rombongan sudah sibuk dengan urusannya masing2... ada yang bersih2, BAB di sungai, mandi pula deh kayaknya, foto-foto di jembatan bambu... ngobrol dengan penduduk setempat, makan nasi uduk, packing, tidur...
Ketika waktu belum terlalu siang (jam berapa sih???) kita mulai bersiap-siap menuju Baduy dalam... wahhhhhhh... tsayat... bisa nggak ya???
Langkah demi langkah, tidak terasa air keringat terus mengucur di sekujur badan saya... sampai di persimpangan jalan... di situ kalau tidak salah ada pohon besar dan ada satu jalan menurun untuk kembali ke Gajeboh. Wahhhhhhh... ngos-ngosan... dan katanya itu belum ada setengah perjalanan. Weikkkkkkkkk... huaaaaaaaaaaa... Lalu sempat saya dan Dian berpikir untuk kembali ke Baduy luar... (hehehe, sori ya hampir patah semangat nih... melihat medannya... belum bertempur udah mau nyerah ya)...
Thanks untuk semuanya yang ada di situ deh... (soalnya udah lupa siapa aja)... yang ngomporin untuk tetep lanjutt... dan akhirnya, tetap melanjutkan dengan perasaan agak gimana gitu. Trus... jalan... trus... jalan. sampat tidak terasa sudah melewati jembatan bambu 'perbatasan' Baduy Luar dan Dalam... Hahhhh... kaget juga???
Dan tidak terasa tanjakan demi tanjakan tetap kudu dihadapi... dan akhirnya... wahhhhhhhhhhhhh... I can make it!!! Itulah jeritanku saat menginjakkan kaki di tanah Baduy Dalam... di depan rumah Pak Narja... Wuahhhhhhhhhh... senangnya!!! Dian dan saya saling berpelukan... akhirnya kita bisa ya Di...
Saya pikir, rombongan saya adalah yang terakhir…tapi ternyata tidak… ada satu rombongan lain – teti, yuli, pau2, noval, siapa lagi sih??? – ternyata mereka terpisah dari kami dan sempat melewati jalan lain menuju Cibeo……tapi Alhamdulillah, kami semua akhirnya berkumpul semua di kampong Cibeo…. Para perempuan menginap di rumah Pak Narja..dan para pria di rumah sebelahnya..
Sore itu, Ismi, Yuli, Yani, Pau2, Rima, dan saya menyempatkan bersih-bersih di sungai… Melihat bersih dan jernihnya air sungai..tidak tahan saya untuk akhirnya benar2 mandi lho…dengan bermodal sarung milik Nur..(thanks ya Nur..)…wuihhh seger banget………(nah bagian ini disensor ya…hanya mereka yang ikut mandi dengan saya saja yang tahu hihihihi..** **)
Malam itu, kami berkumpul di rumah Pak Narja ngobrol bersama sambil menunggu makan malam. Sebagian dari kami sudah mulai terlelap dalam tidur – karena kecapaian telah menempuh perjalanan siang itu. Saya, Ismi, Ditta, Echi dan Pau2 dan Hendry, Arsad, Noval, Hanafi, siapa lagi sih cowoknya yang ikutan makan malam??? Plus dengan beberapa pria baduy dalam, Kang Acip dan Pak Narja makan malam bersama. Ada suguhan khas baduy namanya Odeng (penganan dari bakal calon tawon ya, kalo nggak salah)…enak juga…. Nah, terakhir, kata Pak Narja untuk membersihkan gigi dan mulut, orang baduy dalam bisa ‘nyirih.’…..HIhihi, Ismi dan saya nyoba2 deh..wah, Ismi seperti vampire yang habis nyedot anak macan….merah banget bo’……………..tapi seru banget ya…………….
Malam itu, berhubung di rumah Pak Narja sudah penuh, akhirnya Ismi, saya, ditta, pau2 dan echi tidur di rumah sebelah….sebelum tidur sempat mendengarkan obrolan Hendry yang benar2 penasaran dengan orang baduy dan kehidupannya …tapi tetap aja ya Hend, jawabannya tidak mau..tidak boleh……..
Tidak terasa telah memasuki hari senin….kamipun harus bersiap-siap untuk turun ke ciboleger…. Jalur pulang berbeda dengan jalur kemarin….dimanapun jalur yang kami lalui, semuanya indah….benar2 tidak terjamah tangan orang kota …Orang-orang baduy benar-benar merawat alam tanah baduy ini sehingga kini tetap indah dan asri…… DAlam perjalanan turun , sempat kami membeli rambutan kemudian..sempat pula kami necoba buah kemang yang rasanya wuiiiiiihhh asem tapi seger…..
Benar-benar suatu pengalaman yang luar biasa… Bagi saya, adalah berat perjalanan ke baduy namun hal itu tidaklah membuat saya kapok untuk bertandang lagi untuk yang ketiga kalinya suatu hari. Kehidupan, suasana dan keramahtamahan penduduknya (terutama orang baduy dalam) meninggalkan bekas yang indah bagi saya pribadi (dalam banget ya???)….….
O,ya..dalam perjalanan ke baduy kali ini secara pribadi saya sangat senang. Selain, dengan kehidupan dan orang-orang baduy….tapi perjalananan kali ini tidak berarti apa-apa tanpa semua orang dalam rombongan kali ini… Semuanya baik, ramah, kooperatif, seru, ngocol, saya rasakan satu sama lain dapat saling membaur dan cepat sekali akrab…. Thanks to Bapak Andrey (saya salut dengan kegigihanmu Pak..meski ada hambatan fisik tapi tetep go 4 it to baduy ..two thumbs for you, man!!), semua temen2 dalam rombongan kemarin…Yuli, Pau2, Yani, DItta, Ismi, Echi, Deti, Rini, Noval, Misbach, Noval, Hendry, Arsad, Nur, Pauline, Dina, Rima, Reni, Dian, Noni, Heni, Teti, ARdi, siapa lagi sih…ada yang tidak tersebut kah maaf ya kalo lupa?? O, ya ini adalah nama2 rombongan ke baduy dalam… selain itu, saya ingat ada Arif dan Kazu mereka hanya ke jembatan akar saja… the last but not the least..thanks to Pak Narja’s family for your kindness to us….. Thanks to all… I miss that moment………………………………
Oleh : Riesza A.Setya











