Inilah komunitas bagi para pecinta outdoor, seperti trekking, hiking, climbing, diving, snorkeling, rafting, dan camping. Untuk bergabung dengan komunitas ini, Anda tak harus menjadi pecinta alam sejati. Justru kebanyakan anggotanya adalah pekerja kantoran, yang sesekali ingin refreshing jalan-jalan ketempat-tempat eksotis. “Di hari-hari biasa, kita sudah jenuh dengan urusan masing-masing. Begitu ketemu long weekend, kita benar-benar ingin having fun” kata fey, salah seorang coordinator Milis Nature Trekker saat ini.
Jika selama ini anda menganggap tempat eksotis hanya bisa ditemukan di Bali, Lombok, atau Tana Toraja, ternyata daerah Jawa Barat pun punya banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Sebut saja Ujung Kulon, Baduy, dan Kawah Ratu. Di Ujung Kulon, misalnya, “Disana kita biasanya diving, snorkeling, dan kayaking. Langit dan lautnya biru bersih, benar-benar indah. Ditepi pantai, ada hutan bakau yang dihuni kawanan monyet,” cerita Nuri salah seorang anggota Nature Trekker. Eksplorasi ke Taman Nasional Ujung Kulon juga tak boleh absent dilakukan. Kawasan cagar alam yang menyimpan kekayaan flora dan fauna yang khas Indonesia, salah satunya adalah badak bercula satu yang terkenal itu. Untuk memasuki dan menelusuri hutan cagar alam ini, rombongan wajib dipandu oleh petugas.
Fey yang baru bergabung dengan Nature Trekker pada pertengahan 2004, menceritakan pengalamannya pertama kali jalan-jalan bareng dengan Nature Trekker ke Baduy. “Waktu itu saya belum kenal dengan siapapun. Pertama ketemu distasiun Tanah Abang, tempat kita ketemuan pas hari H,” katanya. Bersama delapan anggota lain, ia pun memulai perjalanannya ke Baduy. Menuju desanya sendiri, mereka patungan mencarter angkutan umun. Disana mereka bermalam dirumah penduduk, atau warung-warung sederhana yang menawarkan tempat istirahat.
Anda mungkin berfikir, apa enaknya jalan-jalan dengan orang yang baru dikenal. Fey mengakui bahwa pada awalnya, ada perasaan tidak nyaman. “Tapi syukurlah, teman-teman Nature Trekker ternyata sangat menerima saya. Bahkan, mereka benar-benar berusaha supaya saya bisa membaur dan merasa nyaman bersama mereka,” cerita Fey.
Karena mayoritas anggotanya adalah pekerja kantoran, tentu acara jalan-jalan bareng ini tidak bisa sering dilakukan. Dalam setahun, Nature Trekker mengadakan acara jalan-jalan bareng sekitar 2-3 kali. Biasanya dilakukan saat long weekend, saat ada tambahan libur nasional atau hari “kejepit”. Jumlah anggota yang ikut sekitar 30 – 100 orang. Tempat tujuan bisa kemana saja, tergantung ide spontan dari para anggota milis. Anggota kemudian menunjuk salah seorang untuk menjadi coordinator. Dialah yang bertanggung jawab mengatur jadwal dan rincian biayanya.
Jalan-jalan bareng juga bisa dilakukan oleh kelompok kecil, biasanya 5 – 10 orang. Kalau anda punya rencana jalan-jalan sendiri (single trip), dan ingin mencari teman jalan, boleh juga posting di milis. Siapa tahu ada yang berminat ikut. Lebih asik kan, daripada jalan sendirian?
Tempat wisata yang mereka kunjungi, memang bukan tempat wisata seperti pada umumnya. Di tempat-tempat tertentu, seperti hutan dan puncak gunung, ada larangan-larangan ataupun kepercayaan setempat yang harus dihormati. Misal, larangan untuk mengenakan pakaian dengan warna tertentu digunung Slamet. Atau, larangan memotret di Baduy Dalam. Jika dilanggar penduduk setempat percaya bahwa akan ada bencana yang menimpa. “Waktu kita ke Baduy Dalam, kebetulan sedang hujan lebat disertai angin kencang,. Kemudian ada pohon tumbang yang mengenai atap salah seorang penduduk. Menurut kepala suku, bencana itu terjadi karena ada sekelompok pendatang yang mengabaikan larangan dikawasan Baduy Dalam,” kata Fey. Makanya, Fey kerap kali mewanti-wanti sesame anggota untuk saling menukar informasi mengenai tradisi maupun kepercayaan setempat. Ini berguna untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Jalan-jalan bareng seperti ini, diakui oleh Fey, membuat hubungan pertemanan dengan sesama anggota menjadi lebih dekat. “Bagaimana tidak, susah dan senang kita hadapi sama-sama,” katanya. Dan bagi Fey sekarang, Nature Trekker bukan lagi sekedar wadah untuk mencari teman jalan, tetapi lebih seperti keluarga besar.
Dikutip dari : Majalah FIT – Edisi Juli 2006
Judul artikel : Gaul Seru di Komunitas Hobi
Penulis : Vania Rossa











